Laman

Minggu, 12 September 2010

POTRET PEMIMPIN DAN WAKIL RAKYAT YANG MEMALUKAN (Sebuah cermin perilaku kehidupan)

Dunia pemerintahan negeri ini sepertinya memang sudah tercabik-cabik. Peralihan pemerintahan jaman orde lama ke jaman orde baru yang menelan banyak sekali korban meninggal dan di penjara tanpa diadili yang begitu menyengat perasaan dan menciderai nilai-nilai kehidupan hak azasi manusia, dapat dikatakan masih belum dapat melahirkan kesejahteraan yang benar-benar dapat dirasakan oleh rakyat negeri ini yang katanya sangat ‘gemah ripah loh jinawi’. Kaya raya sumber daya alam dan mineral (hasil hutan, laut dan pertambangan) sehingga sangat menawan bagi negari-negari penjajah. Kalaupun ketika orde baru berkuasa dalam jangka yang sangat lama (sehingga menimbulkan kebosanan) ada ‘rasa aman’ yang dapat dinikmati oleh rakyat, tetapi ternyata ‘rasa aman’nya itu hanya sebuah rasa aman yang ‘semu’, karena meninggalkan banyak sekali hutang luar negeri yang dicipta selama kepemimpinan pemerintahan orde baru. Pembangunan diberbagai bidang atau proyek yang dilakukan meski dapat dinikmati oleh rakyat, kalau dikaitkan dengan hutang yang tertimbun, tidak sebanding dengan hasilnya. Alih-alih karena penciptaan pembangunan itu hanya kamuflase dari sebuah perilaku korup.

INGIN LEPAS DARI DIANGGAP PECUNDANG? (Iklan tandingan bayar pajak)


INGIN TIDAK DISEBUT PECUNDANG/PENGKHIANAT?

Segera kembalikan uang hasil korupsi Anda.


Anda akan segera menjadi pahlawan


pengentas kemiskinan yang mampu membuat


amarah rakyat menjadi berkah dan anugerah.


Atau Anda akan tetap menjadi pengemplang dan menyimpan


uang haram demi sebutan pecundang


dengan mengkhianati rakyat?


APA KATA DUNIA?

RENCANA PEMBANGUNAN GEDUNG BARU DPR (Sebuah fetakompli untuk rakyat)

Lagi-lagi ini adalah sebuah fetakompli (faith a comply) untuk rakyat dari anggota dewan yang terhormat yang rakyat telah mempergantungkan kepercayaan dan harapan untuk dapat mewakilinya menghadapi pemerintah ketika rakyat merasa butuh harus mencari ‘perlindungan’ karena telah diperlakukan tidak adil oleh para pemimpinnya. Namun rupanya gayung harapan itu tidak bersambut. Yang ada dan terasa, justru leher yang menjadi serasa tercekik menelan biji buah (kehendak anggota dewan yang selalu dipaksakan) yang lebih besar dari lubang kerongkongan dan menjadikannya tersedak.

PATRIOTISME DAN NASIONALISME (Sebuah kritik)

Dibalik kemudahan bagi rakyat negeri ini untuk menjadi patriot bangsa melalui cara membayar pajak dengan jujur dan tepat waktu (agar tidak dikatai oleh dunia), sebenarnya terselip adanya perlakuan tidak adil pemerintah kepada mereka. Terutama rakyat dari kelompok kelas yang sulit memperoleh penghasilan atau yang kualitas kehidupan dan penghidupannya ‘pas-pasan’. Belum lagi mereka (rakyat) yang dari kelompok kelas miskin dan yang lebih miskin lagi, yang hanya dapat melihat dan merasakan bahwa negeri ini kaya, tetapi tidak dapat ikut menikmati.

EKSPLOITASI PEREMPUAN DALAM IKLAN (Sebuah kritik)

Meskipun syah-syah saja membuat tema iklan dengan menggunakan gambar seorang perempuan seksi menurut ukuran mereka yang menganut konsep ‘seni untuk seni’, tetapi rasanya dibalik kata ‘syah’ itu tersembunyi kata-kata yang menyiratkan larangan menurut ukiuran moral dan agama. Masing-masing alasan dapat dipertanggung jawabkan dalam debat yang takkan pernah berakhir bila hanya mengikuti ukuran kepentingannya tanpa kesediaan memahami dari sisi mana sesuatu hal harus disetujui untuk dianggap dan dapat diterima ‘benar’.

KENAIKAN GAJI vs KENAIKAN HARGA (Sebuah fakta kehidupan)

Hanya mereka yang masih mudah ‘tertipu’ akan merasakannya sebagai ‘karunia’ akibat emosi yang terpicu oleh tingginya harga barang-barang kebutuhan yang ada.
Kalau saja mau memperhatikan dan menelaahnya lebih lanjut dengan memperbandingkan tingkat kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari yang akan terjadi akibat pengaruh rencana kenaikan gaji pegawai, tambahan pendapatan atau penghasilannya sebenarnya ‘semu’. Tingkat kenaikan pendapatan yang diperoleh (karena kenaikan gaji), hampir dapat dipastikan tidak (akan) pernah sebanding dengan tingkat kenaikan harga riil yang terjadi.

DOA ORANG AWAM PINGGIRAN

Yaa Allah… yaa Ar Rahmaan,
Hamba yang hanya seorang awam pinggiran dari kelompok luar lingkaran yang tersisihkan, yang hanya bagai sebutir pasir yang tidak memiliki manfaat untuk digunakan, yang hanya menjadi bagian dari sebuah kehidupan yang tenggelam dalam hiruk pikuk kesibukkan orang-orang yang lupa daratan mengejar jabatan, kekuasaan dan kekayaan, memohon anugerahmu – yaa Al Muhaymin - menguatkan iman orang-orang miskin untuk tegar menghadapi tikaman pedang kekuasaan dan ketidak adilan. Memohon kepada-Mu - yaa Al Fattah – berkenan melapangkan jalan keluar bagi mereka, dari himpitan kemiskinan dan kesengsaraan. Menganugerahkan kemurahan dan kemudahan – yaa Ar Razzaq - sebagaimana telah Engkau janjikan bagi semua makhluk ciptaan.
Agar mereka, kaum miskin, yang telah ditinggalkan oleh para pemimpinnya tidak terjebak kedalam sergapan nafas syetan yang selalu dihembuskan dalam dengkur ditidur lelap kebathilan.

DAKWAH SHALAT (Sebuah pendapat/pandangan)

Shalat, bagi umat islam merupakan kewajiban yang harus dilakukan dalam pembagian tiap waktu Isya, Subuh, Lohor, Ashar dan Maghrib (ISLAM). Diluar itu, ada shalat-shalat sunah yang dapat dilakukan sesuai tuntunan yang ada menurut kepentingan. Ada yang sifatnya muakkad (sangat dianjurkan oleh alasan yang menguatkan), ada pula yang sifatnya biasa.

DINAMIKA POLITIK, DINAMIKA DEMOKRASI ATAU DINAMIKA PEMBELAAN DIRI?

Dalam satu acara tatap muka dengan para petinggi partai Demokrat dikediaman pribadi SBY di Cikeas dibulan puasa 1431 Hijriah, beliau mengemukakan tentang beberapa hal yang berkaitan dengan perjalanan kepemerintahannya. Banyak hal dikemukakan dari yang dianggapnya sebagai sebuah keberhasilan sampai kepada kritik-kritik ‘miring’ atas kepemmpinannya.

JANGAN BURU-BURU MERASA BANGGA (Kritik hubungan Indonesia – Malaysia)

Merasa bangga untuk sebuah keberhasilan, apapun wujud keberhasilan itu, memang patut kita mensyukurinya sebagai hamba Allah yang teguh memegang ajaran agama. Itu bila terjadi atas suatu hal yang bersifat perorangan. Bila hal itu dikaitkan dengan ukuran kepentingan sebuah negeri, tidak semua keberhasilan dapat disebut membanggakan. Meskipun tetap harus disyukuri sebagai bagian dari rasa terima kasih kita kepada Allah yang selalu memberi pertolongan ketika kita menghadapi kesulitan.