Dibalik kemudahan bagi rakyat negeri ini untuk menjadi patriot bangsa melalui cara membayar pajak dengan jujur dan tepat waktu (agar tidak dikatai oleh dunia), sebenarnya terselip adanya perlakuan tidak adil pemerintah kepada mereka. Terutama rakyat dari kelompok kelas yang sulit memperoleh penghasilan atau yang kualitas kehidupan dan penghidupannya ‘pas-pasan’. Belum lagi mereka (rakyat) yang dari kelompok kelas miskin dan yang lebih miskin lagi, yang hanya dapat melihat dan merasakan bahwa negeri ini kaya, tetapi tidak dapat ikut menikmati.
Tampilkan postingan dengan label SOSIAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOSIAL. Tampilkan semua postingan
Minggu, 12 September 2010
KENAIKAN GAJI vs KENAIKAN HARGA (Sebuah fakta kehidupan)
Hanya mereka yang masih mudah ‘tertipu’ akan merasakannya sebagai ‘karunia’ akibat emosi yang terpicu oleh tingginya harga barang-barang kebutuhan yang ada.
Kalau saja mau memperhatikan dan menelaahnya lebih lanjut dengan memperbandingkan tingkat kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari yang akan terjadi akibat pengaruh rencana kenaikan gaji pegawai, tambahan pendapatan atau penghasilannya sebenarnya ‘semu’. Tingkat kenaikan pendapatan yang diperoleh (karena kenaikan gaji), hampir dapat dipastikan tidak (akan) pernah sebanding dengan tingkat kenaikan harga riil yang terjadi.
Kalau saja mau memperhatikan dan menelaahnya lebih lanjut dengan memperbandingkan tingkat kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari yang akan terjadi akibat pengaruh rencana kenaikan gaji pegawai, tambahan pendapatan atau penghasilannya sebenarnya ‘semu’. Tingkat kenaikan pendapatan yang diperoleh (karena kenaikan gaji), hampir dapat dipastikan tidak (akan) pernah sebanding dengan tingkat kenaikan harga riil yang terjadi.
Sabtu, 07 Agustus 2010
MENCARI KEMENANGAN ATAU MENCARI KEBENARAN DAN KEADILAN?
Bagi saya, pertanyaan tersebut muncul karena perasaan yang tergelitik oleh banyak peristiwa tawuran yang bukan hanya di akhir-akhir ini terjadi. Suatu pertanyaan yang erat kaitannya dengan keberadaan sebuah organisasi masyarakat yang maksud dan tujuan pendiriannya tentu tidak lepas dari visi dan misi yang sangat menarik simpati. Yang program-program kerjanya dapat dipastikan tidak akan melupakan masalah pemberian perlindungan atau pembelaan dan kesejahteraan, penegakkan kebenaran dan keadilan demi kepentingan masyarakat, serta program-program kerja lain yang sangat diharapkan yang bukan hanya bagi anggota golongan atau kelompoknya.
Namun sayangnya program-program kerja yang seharusnya bersifat dan mengandung unsur sosial, pada kenyataanya dilapangan, lebih sering ditampilkan dalam bentuk-bentuk gerakan yang bertentangan dengan maksud awal pendirian organisasi yang biasanya dengan nama kesatuan atau persatuan atau perkumpulan atau forum atau kelompok atau entah apalagi namanya sesuai dengan keinginan kelompok tersebut dalam memberikan nama organisasinya. Sehingga harapan masyarakat yang semula sudah berketetapan hati mendukungnya agar tercipta keadilan sebagai hasil kebenaran yang dapat ditegakkan, menjadi ibarat jauh panggang dari api. Yang tercipta justru ketidak adilan, ketidak samaan perlakuan, pelecehan kemiskinan, pembodohan dan keangkuhan sikap dari yang dirinya merasa kuat untuk berbuat arogan karena kekuasaan (jabatan, kekayaan, organisasi kelompok). Yang semuanya itu merupakan cermin kekasaran dan kekerasan perilaku yang menyimpang dari ajaran kebaikan dan kebenaran. Perilaku-perilaku yang lebih sering ditonjolkan dalam upaya mencari kemenangan dari pada mencari kebenaran dan keadilan. Hingga tampak lebih selaras dengan seloroh ‘yang penting menang dulu, urusan belakangan’.
Namun sayangnya program-program kerja yang seharusnya bersifat dan mengandung unsur sosial, pada kenyataanya dilapangan, lebih sering ditampilkan dalam bentuk-bentuk gerakan yang bertentangan dengan maksud awal pendirian organisasi yang biasanya dengan nama kesatuan atau persatuan atau perkumpulan atau forum atau kelompok atau entah apalagi namanya sesuai dengan keinginan kelompok tersebut dalam memberikan nama organisasinya. Sehingga harapan masyarakat yang semula sudah berketetapan hati mendukungnya agar tercipta keadilan sebagai hasil kebenaran yang dapat ditegakkan, menjadi ibarat jauh panggang dari api. Yang tercipta justru ketidak adilan, ketidak samaan perlakuan, pelecehan kemiskinan, pembodohan dan keangkuhan sikap dari yang dirinya merasa kuat untuk berbuat arogan karena kekuasaan (jabatan, kekayaan, organisasi kelompok). Yang semuanya itu merupakan cermin kekasaran dan kekerasan perilaku yang menyimpang dari ajaran kebaikan dan kebenaran. Perilaku-perilaku yang lebih sering ditonjolkan dalam upaya mencari kemenangan dari pada mencari kebenaran dan keadilan. Hingga tampak lebih selaras dengan seloroh ‘yang penting menang dulu, urusan belakangan’.
Langganan:
Postingan (Atom)