Dalam pandangan saya, ada dua jenis ‘kebenaran’ yang sepertinya ‘hilang’, yang memiliki kaitan sangat erat dengan perikehidupan manusia didunia. Yang satu berkaitan dengan ketika kebenaran itu bersentuhan dengan permasalahan hukum dan keadilan yang sangat dirasakannya hilang oleh mereka (rakyat dan masyarakat) dari kelas yang terp[inggirkan. Dan yang satunya lagi berkaitan dengan keyakinan (agama) ketika suatu ‘kebenaran’ yang datangnya dari Allah justru dianggapnya sebagai sesuatu yang dapat dikesampingkan atau ditinggalkan. Meskipun mereka ini menyadari bahwa ‘kebenaran’ yang disangsikannya itu bersumber dari Dzat yang tidak terbantahkan. Sebuah kebenaran mutlak (dari Allah) yang bila dikehendaki, boleh diuji dan dikaji dengan kacamata ilmu pengetahuan atau ilmu apapun, bagi mereka yang masih meragukan
Ketika ‘kebenaran’ yang bersentuhan dengan permasalahan hukum dan keadilan kemudian menjadi seperti tersembunyi dan hilang, ‘hilangnya’ kebenaran itu barangkali bukan merupakan dan tidak menjadi sesuatu yang aneh. Karena akan dapat memunculkan ‘siluman’ yang dapat membantu untuk menemukannya. Persyaratannya ‘mudah’ untuk dapat dipenuhi oleh mereka yang sedang mencarinya meski ‘kebenaran’ yang akan ditemukan dan diperoleh adalah kebenaran yang ‘palsu’ karena harus memanipulasi kesalahan dengan ‘imbalan’ uang. Kemudahan mendapatkan kebenaran palsu yang bagi sementara orang bukan masalah, menjadi sebuah kesulitan ketika berada ditangan rakyat dan masyarakat yang datangnya benar-benar dari kelas yang terpinggirkan. Karena ‘kemudahan’ dalam suatu perkara, identik dengan ‘uang’ yang tidak dimiliki oleh kelas ini.
‘Kebenaran’ yang bersentuhan dengan keyakinan, sebenarnya sudah tersaji. Tidak perlu lagi dicari. Hanya manusianya saja yang sepertinya tidak mau menyadari bahwa ‘kebenaran’nya itu tinggal meraih dari hadapannya. Dan itu adalah Al Qur’an, firman Allah yang dibukukan dan dibakukan. Yang berisi ‘kebenaran’ (dan kebaikan). Yang masih boleh saja, bagi yang merasa perlu, dikaji dan diuji (sifat kebenarannya) menurut kemampuan ilmu pengetahuan yang dimiliki sehingga menjadi lebih meyakini ‘kebenaran’ yang ingin dijadikannya sebagai pegangan hidup. Karena Allah juga memberikan kebebasan kepada manusia untuk menguji dan mengkajinya. Siapapun mereka dan dari kelompok yang manapun. Karena dalam kenyataannya, perkembangan perbedaan pandangan dan penafsiran atas suatu ‘kebenaran’ mutlak (dari Allah) yang sudah tersaji itu pun, meski dari dalam kelompok yang sama, masih terus berhembus.
Yang patut disesalkan adalah ketika kebenaran itu menjadi seperti diingkari sebagai sebuah kebenaran yang bukan datang dari Allah, meskipun cara penyampaiannya lewat Nabi sebagai utusan-Nya, sehingga pada akhirnya ditinggal atau disimpangkan menurut kemauan manusianya itu sendiri. Sesuai kepentingan riilnya atau sesuai kepentingan menurut selera. Terutama di
periode jaman sebelum jaman kenabian Muhammad saw. Padahal semua kebenaran yang datangnya dari Allah adalah kebenaran mutlak yang tidak akan pernah berubah sejak awal penciptaan dan (bagi makhluk hidup) sejak awal jaman kenabian (Adam) sampai akhir jaman kelak, kecuali bila Allah sendiri menghendaki yang lain. Yang seharusnya sudah menjadi kewajiban manusia untuk percaya, menerima, meyakini dan mengimaninya sampai dibagian akhir dari suatu pentahapan jaman kenabian (Muhammad saw), yang sudah diatur oleh Allah menurut rencana rahasia maha besar yang dipersiapkan dan dikehendaki-Nya. Yang barangkali dapat pula disebut sebagai ‘blue-print’ penciptaan jagat raya (dunia bumi dan langit), beserta seluruh isinya, sebagai milik Allah.
Bila ada yang menganggap tulisan dibagian alinea terakhir tersebut diatas itu ekstrim, bisa juga ‘ya’ ketika menafsirkannya tidak menyertakan logika dan akal fikiran,
Bagi saya, logika itu menjadi sebuah pertanyaan: “Bukankah Allah menjadi satu-satunya sumber yang sama dan tunggal bagi seluruh ‘kebenaran dan kebaikan’ didunia, yang telah diturunkan-Nya (diajarkan melalui para nabi) secara bertahap sesuai kemampuan daya tangkap manusia untuk memahami dijamannya?” (BAS5bnr230910)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar